Saturday, November 23, 2019

Review Buku : Sirkus Pohon


Oleh Febriana Fitri Listyowati


Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh




Sedang baca buku apa hari ini guyss?




Membaca memanglah penting untuk melatih otak terus berpikir. Dengan membaca banyak informasi yang di dapat. Salah satunya saya memilih membaca buku “Sirkus Pohon” karya Andrea Hirata, tebal buku xiv + 410 hlm. Siapa sih yang tidak kenal Andera Hirata, di dalam dunia kepenulisan beliau sangat populer karyanya pun sampai ke luar negeri. Setiap katanya pun mengandung arti yang begitu mendalam. Sampai-sampai saya ingin terus membacanya dan mau tahu cerita selanjutnya. Penulis seperti membawa pembaca untuk masuk ke dalam ceritanya. Setiap cerita mengandung arti atau kisah yang mendalam. Banyak kata-kata yang baru saat saya membacanya. Sebagai penulis pun  diharuskan membaca lalu dituangkan dalam tulisan-tulisannya.


Oke, mari kita bahas.



Bang Andrea Hirata adalah sastrawan melayu yang mencintai kebudayaan aslinya di Belitong. Ketika membaca sirkus pohon, terdapat bahasa-bahasa melayu yang begitu melekat sehingga menemukan kata-kata baru di dalamnya.

Belum lagi kosa kata seperti “Boi”, “Ojeh”, “Amboi” yang membuat bahasa Melayu makin terdengar jelas. Seperti terbawa di dalam kehidupan sehari-hari.

Di awali dengan cerita meninggalnya seorang ibu. Mengisahkan kesedihan yang mendalam bagi keluarganya dan ayahnya berjanji kesedihan ini hanya berlangsung selama 40 hari saja.

Kisah cinta yang penuh perjuangan, seorang pria yang sudah cukup umur yang belum mempunyai pekerjaan dan bermodalkan ijazah SD menyesal karena dulu dia tidak rajin belajar akibat ulah temannya yang bernama Taripol. Akhirnya, mencari pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan sebagai sirkus keliling. Mampu mengumpulkan uang untuk menikahi kekasih hatinya yang bernama Dinda. Akan tetapi, Dinda menghilang begitu saja kecemasan pun melanda. Dinda ditemukan dalam keadaan yang begitu aneh dan pernikahan pun ditunda.

Kecintaanya pada pekerjaannya sebagai sirkus keliling yang memberikan arti bagi hidupnya dan banyak dikenali orang-orang.

Nama-nama tokoh di dalamya seperti, Suruhudin, Azizah, Taripol, Debeludin, Soridin Kebul, Jamot, Tegar, Tara, Dinda, Gastori, Abdul Rapi dan masih banyak lagi. Ada tempat-tempat yang sering disebutkan seperti warung Kupi Kuli di Pasar Dalam, Tanjung Lantai, Bengkel Sepeda, Pertunjukkan Sirkus dan lain-lainnya.

Menulis butuh informasi-informasi untuk dituangkan di dalam tulisnya sehingga Bang Andrea Hirata membutuhkan riset yang mendalam sebagai penulis. Pembaca pun menikmati setiap tulisannya. Karyanya pun sudah tidak diragukan lagi di dalam kepenulisan. Melakukan riset itu penting bagi penulis agar menambah wawasan bagi pembaca dan penulis juga. Betapa indahnya Indonesia bila digali secara mendalam masalah kebudayaan dan keindahannya. Sehingga penulis merasakan untuk bisa berbagi kepada para pembaca.


Dari segi teknik menulis.


Bang Andrea Hirata adalah penulis yang memiliki ciri khas tersendiri terdapat sentuhan magis dalam tiap kalimatnya. Banyak kata yang membuat pembaca kagum, ada sisi roman, komedi, lucu, dan setiap penuturannya yang detail. Memang tidak mudah untuk bisa menguasai setiap kata yang ditulis oleh Bang Andrea Hirata dan kalimat-kalimat yang baru terdengar. Bang Andrea Hirata selalu sukses membawa pembaca ke dunia beliau. Teknis seperti ini adalah teknik tingkat dewa yang butuh ribuan jam terbang dalam menguasainya. Butuh belajar lebih dalam lagi dalam menguasainya.


Dari sisi cerita.


Sirkus pohon, memberikan cerita yang begitu luas dalam artian banyak yang di dapat dalam membacanya. Berbagai maacam kehidupan yang penuh dengan pertanyaan, tentang politik, percintaan, dan masih banyak lagi. Dibumbui dengan kondisi kehidupan saat ini.

Khas dengan melayu yang cukup kental, sirkus pohon ini pun menjelma menjadi roman yang cukup menarik dan tak kalah kelasnya kisah-kisah yang lainnya. Bang Andrea Hirata berhasil meramu dengan baik sisi romantisme, kisah cinta, kesetiaan, penantian dan masih banyak lagi. Memberikan kehangatan tentang arti keluarga itu penting dalam kehidupan. Memiliki pekerjaan pun memiliki keluarga yang baru untuk bisa menjalaninya dengan baik. Sisi kekeluargaannya pun terlihat jelas. Rasa kepedulian antar sesama dan kepergiaan yang memberikan arti kehilangan untuk bisa berjuang demi bertahan hidup. Kesedihan pun ada di dalamnya. Memang hidup ini penuh dengan teka-teki. Setiap pertemuan akan ada perpisahan, entah itu hanya sementara atau selamanya. Bertemu dengan orang-orang baru dan kehilangan dengan orang yang sudah lama. Inilah kehidupan.



Baiklah, kalian bisa membaca bukunya “Sirkus Pohon” kalian bisa memasuki sendiri dunia Sirkus Pohon. Percayalah, setiap tulisannya memberikan arti yang mendalam, alami dan rasakan sendiri !!!


Terima Kasih, salam literasi.

Terus semangat membaca dan menulis.

Tebarkan manfaat, sisi positif dalam menjalani hidup ini.

Wa’alaikummussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

4 comments:

  1. Wah udah selesai ya mbak menulis tantangannya. Keren mbak !

    ReplyDelete
  2. Sudah lama pengin tahu isi buku ini. Tapi lewat review saja 🤭 karena belum penasaran baca. Thank's Mbk ...

    ReplyDelete
  3. Cukup lengkap review nya, mbk ... Sukses ya

    ReplyDelete
  4. Aku selalu kagum dg penulis yang mengisahkan tema romansa yg tak membosankan...
    dri ini, kebayang isi novelnya bagus banget

    ReplyDelete

5 Cara Agar Produktif Selama Masa Karantina #DirumahAja #MelawanVirusCorona

(Source: Unsplash) Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Bagaiamana kabarnya teman-teman? Semoga sehat selalu ya. Ikut...