Oleh Febriana Fitri Listyowati
Assalammu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Sedang
baca buku apa hari ini guyss?
Membaca
memanglah penting untuk melatih otak terus berpikir. Dengan membaca banyak
informasi yang di dapat. Salah satunya saya memilih membaca buku “Sirkus Pohon”
karya Andrea Hirata, tebal buku xiv + 410 hlm. Siapa sih yang tidak kenal
Andera Hirata, di dalam dunia kepenulisan beliau sangat populer karyanya pun
sampai ke luar negeri. Setiap katanya pun mengandung arti yang begitu mendalam.
Sampai-sampai saya ingin terus membacanya dan mau tahu cerita selanjutnya.
Penulis seperti membawa pembaca untuk masuk ke dalam ceritanya. Setiap cerita
mengandung arti atau kisah yang mendalam. Banyak kata-kata yang baru saat saya
membacanya. Sebagai penulis pun diharuskan membaca lalu dituangkan dalam
tulisan-tulisannya.
Oke,
mari kita bahas.
Bang
Andrea Hirata adalah sastrawan melayu yang mencintai kebudayaan aslinya di
Belitong. Ketika membaca sirkus pohon, terdapat bahasa-bahasa melayu yang
begitu melekat sehingga menemukan kata-kata baru di dalamnya.
Belum
lagi kosa kata seperti “Boi”, “Ojeh”, “Amboi” yang membuat bahasa Melayu makin
terdengar jelas. Seperti terbawa di dalam kehidupan sehari-hari.
Di
awali dengan cerita meninggalnya seorang ibu. Mengisahkan kesedihan yang
mendalam bagi keluarganya dan ayahnya berjanji kesedihan ini hanya berlangsung
selama 40 hari saja.
Kisah
cinta yang penuh perjuangan, seorang pria yang sudah cukup umur yang belum
mempunyai pekerjaan dan bermodalkan ijazah SD menyesal karena dulu dia tidak
rajin belajar akibat ulah temannya yang bernama Taripol. Akhirnya, mencari
pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan sebagai sirkus keliling. Mampu mengumpulkan
uang untuk menikahi kekasih hatinya yang bernama Dinda. Akan tetapi, Dinda
menghilang begitu saja kecemasan pun melanda. Dinda ditemukan dalam keadaan
yang begitu aneh dan pernikahan pun ditunda.
Kecintaanya
pada pekerjaannya sebagai sirkus keliling yang memberikan arti bagi hidupnya
dan banyak dikenali orang-orang.
Nama-nama
tokoh di dalamya seperti, Suruhudin, Azizah, Taripol, Debeludin, Soridin Kebul,
Jamot, Tegar, Tara, Dinda, Gastori, Abdul Rapi dan masih banyak lagi. Ada tempat-tempat
yang sering disebutkan seperti warung Kupi Kuli di Pasar Dalam, Tanjung Lantai,
Bengkel Sepeda, Pertunjukkan Sirkus dan lain-lainnya.
Menulis
butuh informasi-informasi untuk dituangkan di dalam tulisnya sehingga Bang Andrea
Hirata membutuhkan riset yang mendalam sebagai penulis. Pembaca pun menikmati
setiap tulisannya. Karyanya pun sudah tidak diragukan lagi di dalam
kepenulisan. Melakukan riset itu penting bagi penulis agar menambah wawasan
bagi pembaca dan penulis juga. Betapa indahnya Indonesia bila digali secara
mendalam masalah kebudayaan dan keindahannya. Sehingga penulis merasakan untuk
bisa berbagi kepada para pembaca.
Dari
segi teknik menulis.
Bang
Andrea Hirata adalah penulis yang memiliki ciri khas tersendiri terdapat
sentuhan magis dalam tiap kalimatnya. Banyak kata yang membuat pembaca kagum,
ada sisi roman, komedi, lucu, dan setiap penuturannya yang detail. Memang tidak
mudah untuk bisa menguasai setiap kata yang ditulis oleh Bang Andrea Hirata dan
kalimat-kalimat yang baru terdengar. Bang Andrea Hirata selalu sukses membawa
pembaca ke dunia beliau. Teknis seperti ini adalah teknik tingkat dewa yang
butuh ribuan jam terbang dalam menguasainya. Butuh belajar lebih dalam lagi
dalam menguasainya.
Dari
sisi cerita.
Sirkus
pohon, memberikan cerita yang begitu luas dalam artian banyak yang di dapat
dalam membacanya. Berbagai maacam kehidupan yang penuh dengan pertanyaan,
tentang politik, percintaan, dan masih banyak lagi. Dibumbui dengan kondisi
kehidupan saat ini.
Khas
dengan melayu yang cukup kental, sirkus pohon ini pun menjelma menjadi roman
yang cukup menarik dan tak kalah kelasnya kisah-kisah yang lainnya. Bang Andrea
Hirata berhasil meramu dengan baik sisi romantisme, kisah cinta, kesetiaan,
penantian dan masih banyak lagi. Memberikan kehangatan tentang arti keluarga
itu penting dalam kehidupan. Memiliki pekerjaan pun memiliki keluarga yang baru
untuk bisa menjalaninya dengan baik. Sisi kekeluargaannya pun terlihat jelas. Rasa
kepedulian antar sesama dan kepergiaan yang memberikan arti kehilangan untuk
bisa berjuang demi bertahan hidup. Kesedihan pun ada di dalamnya. Memang hidup
ini penuh dengan teka-teki. Setiap pertemuan akan ada perpisahan, entah itu
hanya sementara atau selamanya. Bertemu dengan orang-orang baru dan kehilangan
dengan orang yang sudah lama. Inilah kehidupan.
Baiklah,
kalian bisa membaca bukunya “Sirkus Pohon” kalian bisa memasuki sendiri dunia
Sirkus Pohon. Percayalah, setiap tulisannya memberikan arti yang mendalam,
alami dan rasakan sendiri !!!
Terima
Kasih, salam literasi.
Terus
semangat membaca dan menulis.
Tebarkan
manfaat, sisi positif dalam menjalani hidup ini.
Wa’alaikummussalam
Warahmatullahi Wabarakatuh

Wah udah selesai ya mbak menulis tantangannya. Keren mbak !
ReplyDeleteSudah lama pengin tahu isi buku ini. Tapi lewat review saja 🤠karena belum penasaran baca. Thank's Mbk ...
ReplyDeleteCukup lengkap review nya, mbk ... Sukses ya
ReplyDeleteAku selalu kagum dg penulis yang mengisahkan tema romansa yg tak membosankan...
ReplyDeletedri ini, kebayang isi novelnya bagus banget