Menatap
pagi, penuh harapan baru untuk menjadi lebih baik lagi. Selembar tulisan yang
dibasahi air mata, masih saja aku termenung dengan pikiran yang tiada henti,
tiada arah untuk kembali.
Kerumitan hidup ini memang datang bertubi-tubi
seperti tidak sanggup untuk berhenti.
Memang
setiap manusia akan mengahadapi masalah yang besar atau pun kecil. Bagaimana,
diri sendiri ini menghadapinya terpuruk atau bangkit.
Setiap
manusia akan diuji, aku masih saja termenung memikirkan kurcaci-kurcaci berlari
kian kemarin. Suara gemuruh air sungai tiada henti berjalan dengan penuh irama
sambil menari-nari.
Teruslah
berpikir postif, kerumitan hidup ini akan kembali lurus. Bila, hati selalu
mengingat-Nya.
Tenang dan sabar menghadapinya.
Mengeluh
???
Untuk
apa ?
Aturan
aku harus bersyukur menikmati kehidupan yang jauh lebih baik.
Coba
kau gedor pintu, lalu lihat di luar sana masih banyak orang yang kurang
beruntung, berjalan tiada arah untuk mencar-cari.
Mereka
lelah, itu pasti ?
Belum
tentu sehari bisa menikmati makanan yang enak dan bergizi.
Merasakan
tempat tinggal yang dapat melindunginya bila hujan datang dan terik matahari
menyenggat tubuhnya yang kecil.
Bersyukur
....
Bersyukur
....
Dan
terus bersyukur ...
Itulah
kuncinya, menjalani hidup.
Jangan
lupa berdzikir, salawat dan doa kepada Allah swt yang Maha Melihat dan
Mendengar hambanya.
Biarlah
kerumitan hidup berhenti dengan sendirinya. Sambutlah dengan senyuman
kebahagiaan kepada dunia.

No comments:
Post a Comment