Edgi belajar menaiki boat di sebuah pesisir pantai. Ia
bersama dengan dua temannya, Valoh dan Souljah hendak melarikan diri ke sebuah
pulau yang kono tak berpenghuni. Namun dalam proses belajar mengendarai
speed-boat, Edgi mengalami kecelakaan fatal. Ia kehilangan salah satu kakinya
karena patah.
Ia pun jadi si pincang sekarang. Meski demikian Souljah dan
Valoh tetap membawanya ke pulau Dermendri di seberang. Karena mereka tak punya
banyak waktu untuk lolos dari deteksi Vargram dan kawan-kawannya yang
senantiasa mengintai.
Hanya saja, yang tak mereka ketahui, pulau Dermendri sendiri
punya banyak misteri dan bahaya yang tak bisa mereka rasakan. Padahal mereka
bertiga punya aura yang bisa merasakan hawa kejahatan dari radius 50 mil
square.
Setibanya di pulau Dermendri, ketiganya tak mencurigai
sesuatu apapun. Mereka membangun sebuah kemah di tengah hutan di lembah pulau.
Saat Edgi hendak duduk, tiba-tiba ada sebuah angin besar yang menghempasnya
jauh hingga terjengkang. Souljah yang bisa mengendalikan angin, mencoba untuk
menahannya, namun tiba-tiba ada yang menyerangnya dengan sebuah Catarang.
Valoh mencoba mencegahnya dan Catarang itu mengenai dirinya
hingga ia pun tewas. Edgi sangat marah dan mengamuk, ia langsung menghajar para
pasukan bayangan yang bersembunyi di balik-balik pepohonan pulau Dermendri.
Namun pincangnya menjadi masalah sehingga Souljah harus turun tangan membantu
Edgi untuk kabur.
Di saat mereka mau kabur, ternyata Vargram dan pasukannya
telah tiba di sana. Mereka tak punya pilihan kecuali melawan. Sayangnya Edgi
dan Souljah pun tertangkap oleh Vargram dan pasukannya. Setelah kejadian itu,
Edgi dan Souljah pun tinggal sejarah.
No comments:
Post a Comment